Tuesday, November 15, 2016

Sabung Ayam Online - Timnas Indonesia Perlu Pekerja Kotor


Sabung Ayam Online - Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia, Alfred Riedl, bereksperimen di lini tengah waktu timnya kalah 2-3 dari Vietnam pada partai eksperimen di Stadion My Dinh, Hanoi, Selasa (8/11/2016).

Dalam formasi 4-4-2, dua pos gelandang tengah jadi punya Evan Dimas serta Stefano Lilipaly, yang baru berhimpun dengan timnas sekian hari mendekati eksperimen.

Ketentuan ini memetik suara skeptis lantaran keduanya adalah pemain ofensif. Alhasil, tim Garuda kesusahan membendung serangan dari lawan.

Sabung Ayam Online mengabarkan menurut rekaman Labbola, pasukan Alfred Riedl hanya lakukan 46 % tackle berhasil. Banding dengan Vietnam yang mencatat 62 % untuk segi sama.

Seringkali, usaha pemain untuk merebut bola berbuntut pelanggaran. Jumlahnya meraih 16 kali. Vietnam saja hanya lakukan sembilan pelanggaran sepanjang 90 menit.

Disadari juga oleh Lilipaly, kombinasinya dengan Evan masihlah jauh dari kata maksimal. Karena persamaan tipikal, mereka masihlah menggodok bagaimana pembagian pekerjaan di lini tengah.

Untungnya, komunikasi keduanya terbantu dengan letak kamar. Lilipaly memperoleh kamar yang serupa dengan sesama pemain yang pernah merumput di Belanda, Irfan Bachdim. Di sampingnya, ada kamar Evan serta Hansamu Yama.

" Evan kerap bertandang ke kamar. Kami mengulas bagaimana Evan mesti bertahan saat saya maju. Demikian halnya demikian sebaliknya, " kata Lilipaly pada waratawan Sabung Ayam Online di Hotel Aryaduta, Tangerang, Senin (15/11/2016).

Lilipaly juga terasa lebih gampang berduet dengan Evan dengan formasi tiga gelandang, bukanlah empat. Begitu, satu pos yang lain di lini tengah di isi oleh pemain yang dapat lakukan " pekerjaan kotor.

" Jika saya berduet dengan Evan, kami memerlukan seseorang gelandang bernaluri bertahan untuk menolong. Tetapi, kami bermain dengan 4-4-2. Saya serta Evan mesti sama-sama menolong, " ucap Lilipaly lagi, dilansir Sabung Ayam Online.

No comments:

Post a Comment